Banyuwangi merupakan kabupaten paling timur di Pulau Jawa yang memiliki sejarah panjang dan kaya. Nama "Banyuwangi" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "air yang harum". Menurut legenda, nama ini diambil dari kisah Pangeran Samprang yang membuang bayi perempuan ke sungai karena dianggap membawa malapetaka, namun air sungai tersebut justru menjadi harum.
Secara historis, Banyuwangi pernah menjadi bagian dari Kerajaan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa yang berdiri sejak abad ke-13 hingga ke-18. Wilayah ini juga dikenal sebagai tempat pertemuan antara budaya Jawa dan Bali, yang tercermin dalam tradisi, seni, dan kehidupan masyarakatnya yang unik.
Pada masa kolonial Belanda, Banyuwangi menjadi pusat perkebunan dan perdagangan. Setelah kemerdekaan Indonesia, Banyuwangi berkembang menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Jawa Timur, terkenal dengan keindahan alamnya yang masih alami dan budaya yang kaya.