Budaya Kita

Jelajahi keindahan seni tradisional, tradisi unik, dan berbagai budaya lainnya dari Banyuwangi

Sejarah & Budaya Banyuwangi

Sejarah budaya Banyuwangi

Sejarah budaya Banyuwangi berakar dari Kerajaan Blambangan, yang kemudian mengalami perlawanan terhadap VOC dalam Puputan Bayu. Budaya Banyuwangi dipengaruhi oleh berbagai suku, terutama Osing, yang menghasilkan kesenian seperti Gandrung dan Kebo-keboan. Legenda populer "Air Wangi" menjadi asal-usul nama Banyuwangi, dan citra "Kota Santet" pernah melekat karena kepercayaan pada ilmu hitam, namun kini berusaha diubah menjadi destinasi wisata.

Legenda "Air Wangi": Terjadi karena kisah Sri Tanjung yang difitnah dan dibunuh oleh suaminya, Patih Sidopekso, karena hasutan Raja. Sebelum dibunuh, Sri Tanjung berpesan agar mayatnya dibuang ke sungai, dan jika airnya menjadi harum, maka ia tidak bersalah. Setelah kematiannya, air sungai berubah menjadi jernih dan harum, sehingga disebut "Banyuwangi" (air wangi).

Perlawanan terhadap VOC: Rakyat Blambangan melawan VOC dalam perang yang dikenal sebagai Puputan Bayu, yang berlangsung dari tahun 1767 hingga 1772. Tanggal 18 Desember 1771 menjadi puncak perang dan kini diperingati sebagai hari lahir Banyuwangi.

Ciri Khas Budaya Banyuwangi

Kesenian Tradisional


Kesenian tradisional seperti Tari Gandrung yang menjadi ikon kabupaten Banyuwangi

ritual adat


Ritual adat seperti Kebo-keboan yang melibatkan tarian dan ritual arak-arakan menyerupai kerbau

Kuliner Autentik


Kuliner unik seperti Rujak Soto yang memaukan gurihnya kuah Soto dengan Pedasnya sambal Rujak

Perpaduan Etnis


Kekayaan budaya yang mencerminkan perpaduan dari suku Osing, serta akulturasi budaya Bali, Jawa Mataraman, dan Islam

Kerajaan Blambangan

Kesenian Tradisional

Kesenian Khas nya meliputi Gandrung, Kebo-keboan, dan Angklung Paglak

Masyarakat Osing

Suku Osing

Masyarakat asli Banyuwangi adalah Suku Osing, yang memiliki budaya dan kesenian yang kuat.

Pengaruh Bali

Pengaruh Budaya Lain

Budaya Banyuwangi juga dipengaruhi oleh budaya Jawa, Bali, dan Madura.

Pengaruh Bali

Julukan Kota Santet

Citra ini berkembang karena kepercayaan masyarakat terhadap praktik ilmu hitam.

Pengaruh Bali

Saat ini, Banyuwangi berupaya mengubah citra "Kota Santet" menjadi destinasi wisata unggulan melalui optimalisasi budaya lokal sebagai atraksi wisata.

Budaya & Kesenian Populer

Sego Tempong

Gandrung

Kesenian paling ikonik yang merupakan perpaduan tari dan nyanyian, sering diiringi gong dan kenong. Dimainkan oleh perempuan, dan kini menjadi ciri khas dan ikon Banyuwangi.

Lihat Detail
Rujak Soto

Patrol

tradisi musik bambu yang dimainkan oleh sekelompok anak muda di bulan Ramadhan untuk membangunkan warga sahur. Tradisi ini juga sering dirayakan dengan Festival Patrol.

Lihat Detail
Pecel Pitik

Puter Kayun

Puter Kayun adalah tradisi tahunan di Boyolangu, Giri, Banyuwangi, yang merupakan ritual napak tilas dan perayaan rasa syukur yang diadakan setiap tanggal 10 Syawal.

Lihat Detail
💬
🤖bot tour guide